Setiap daripada kita dilahirkan daripada
rahim seorang ibu. Biar sehebat mana kita membenci diri sendiri, jangan
pernah lupa bahwa suatu ketika dahulu kelahiran kita pernah disambut
penuh tawa, girang gembira oleh ibu dan ayah. Biarpun satu dunia
membenci, ingatlah bahwa kita tetap istimewa. Oleh sebab itulah Allah
masih membenarkan kita hidup bernyawa. Jika ada satu perkara yang harus
disedari supaya kita tidak merasa lemah, itulah dia, “We are special!“.
Kita
punya akal. Jika tidak, mustahil kita dapat membaca artikel ini. Akal
adalah anugerah Allah yang tidak terhingga. Ia membedakan antara
manusia dan hewan, juga tumbuh-tumbuhan. Manusia yang sering menghina
diri sendiri dan bersikap lemah di hadapan orang lain sebenarnya sedang
bersikap kufur dengan nikmat Allah. Dia tidak tahu menghargai nikmat
akal yang dianugerahkan kepadanya. Seolah-olah penghormatan Allah itu
tidak mau diterima dan dianggap tidak bernilai.
Kita
punya akal. Jika tidak, mustahil kita dapat membaca artikel ini. Akal
adalah anugerah Allah yang tidak terhingga. Ia membedakan antara
manusia dan hewan, juga tumbuh-tumbuhan. Manusia yang sering menghina
diri sendiri dan bersikap lemah di hadapan orang lain sebenarnya sedang
bersikap kufur dengan nikmat Allah. Dia tidak tahu menghargai nikmat
akal yang dianugerahkan kepadanya. Seolah-olah penghormatan Allah itu
tidak mau diterima dan dianggap tidak bernilai.
Orang yang tidak tahu menghargai diri sendiri adalah orang yang tidak
tau berterima kasih dan bersyukur kepada Allah. Maka, menyadari bahwa
we are special adalah jalan menuju syukur.
Firman Allah:
| Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai dengan keadaannya). (At-Tiin:4) |
Keangkuhan kita, keengganan kita untuk menghargai ciptaan Allah yaitu diri sendiri boleh mengundang murka Allah dan menjatuhkan
martabat kita di sisi-Nya. Firman Allah:
| Kemudian (jika ia panjang umur sehingga tua atau menyalahgunakan kelengkapan itu), Kami kembalikan dia ke serendah-rendah peringkat orang-orang yang rendah (At-Tiin:5) |
Apabila kita telah menyedari bahwa kita adalah istimewa, kita akan
lebih bersyukur. Kesyukuran itu membawa kita menggunakan segala
keistimewaan untuk berbakti dan taat kepada Allah. Kesadaran itu akan
mengubah persepsi kita dalam kehidupan dan menjadikan kita lebih
bertenaga untuk melangkah. Kita tidak lagi merasa sedih dan lemah di
sisi manusia. Bahkan, itulah yang dikehendaki Allah. Firman-Nya:
| Dan janganlah kamu merasa lemah (dalam perjuangan mempertahan dan menegakkan Islam), dan janganlah kamu berdukacita (terhadap apa yang akan menimpa kamu), padahal kamulah orang-orang yang tertinggi (mengatasi musuh dengan mencapai kemenangan) jika kamu orang-orang yang (sungguh-sungguh) beriman. (Ali Imran:139) |
Kesimpulannya, ada 1001 sebab yang boleh kita rangkaikan untuk membuktikan bahwa “we are special!“.
sumber : www.dakwatuna.com

0 komentar:
Posting Komentar