Senin, 16 Desember 2013

Kaifa Nata'ammal bil Qur'an?


“Akhi… ana seneng deh kalau antum yang baca al-Qur’an, rasanya hati tuh tenang banget.” kata seseorang kepada temannya.

Ada orang yang mengatakan saat-saat paling bahagia adalah saat-saat ia membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an.

 Hal ini bisa saja terjadi dan tidaklah ia berlebihan. Bersyukur deh bagi kita yang sudah dapat merasakan ketenangan saat membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Sebaliknya banyakin istigfar kalau kita tidak merasakan apa-apa saat al-Qur’an dibaca atau dibacakan. Barangkali dosa-dosa kitalah yang sudah menutupi hati-hati kita sehingga kita tidak merasakan manfaat al-Qur’an.

Apa yang menyebabkan Umar bin Khottob masuk Islam? ya… hidayah Allah. Ia (Umar bin Khottob) terenyuh hatinya saat ia mendengarkan sebagian isi kitabullah (surat thoha: 1-5). Umar pun sempat menitikkan air matanya dan menyatakan kekagumannya. 

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa membaca satu ayat dari kitabullah, maka ia memperoleh sepuluh kebaikan untuk setiap huruf. Barang siapa yang mendengarkannya, maka itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.” 

 AlQur’an memiliki banyak keistimewaanbanyak keutamaan bagi siapa saja yang membacamendengarkan dan mengamalkan ajarannyaNamun ada fenomena ditengah masyarakat sebagian diantara mereka yng meninggalkan AlQur’an seperti yang tergambar dalam firman Allah.
  
          Firman Allah di dalam Al Qur’an Surat Al-Furqon Ayat 30:
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا (30)
“Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran itu sesuatu yang tidakdiacuhkan". 

 Syeikh Muhammad Ali Ash-Shabuni dalam bukunya At-Tibyan fi Ulûm Al-Qur`anmengutip ucapan Ibnu Taimiyah perihal kewajiban seorang Muslim terhadap al-Qur’an. Kata Ibnu Taimiyah: “Barangsiapa yang tidak membaca al-Qur`an ia telah meninggalkan al-Qur`an; barangsiapa yang membaca al-Qur`an namun tidak merenungi kandungan-kandungan maknanya berarti ia juga telah meninggalkan al-Qur`an; dan barangsiapa yang membaca alQur`an serta merenunginya namun isinya tak ia amalkan sama saja ia telah meninggalkan al-Qur`an.”

          Kaifa nata'ammal bil Qur'an? Bagaimana interaksi kita dengan al-Qur'an?

Hendaklah kita membaca al-Qur’an secara rutin, meskipun sedikit. Umar bin Abdul Aziz apabila disibukkan oleh urusan kaum muslimin, beliau mengambil mushaf dan membacanya walaupun hanya dua atau tiga ayat. Beliau berkata, “Agar saya tidak termasuk mereka yang menjadikan al-Qur’an sebagai sesuatu yang ditinggalkan.” 

Hendaklah kita juga memperhatikan adab-adab membacanya dan ketika mendengarkan kita pun harus memperhatikan adab-adabnya, cobalah kita berusaha merenungkan dan meresapinya.

Ibnul Qoyyim al-Jauziyah mengatakan, “Bila engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah kalbumu saat tilawah (membaca) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru dengan al-Qur’an oleh orang yang langsung diajak bicara oleh Allah ‘azza wa jalla, karena al-Qur’an adalah seruan Allah kepadamu melalui lidah Rasul-Nya.” (al-fawaaid)

Usahakan pula kita menyediakan waktu untuk menghafal dan mengulang (muroja’ah). Usahakan agar kita benar-benar meresapi kandungan makna al-Qur’an. Sudah berapa banyak ayat-ayat Qur’an yang kita hafal sampai dengan hari ini?

Ya Allah… jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang cinta kepada Al-Qur’an dan berikanlah kepada kami keindahan hidup di bawah naungan al-Qur’an.

Wallahu’alam bi ash-Showab



Rizky Priyatna

0 komentar:

Posting Komentar